Oleh: nextwd | Februari 12, 2009

Wisata Alam, Desa Wisata SariBunihayu

kolam-pemancingan-bunihayuMenikmati

Keindahan bumi parahiyangan, seringkali jadi pilihan untuk menghilangkan kepenatan, stress karena beban pekerjaan atau malah memulihkan kondisi hati gara-gara baru ditinggal pacar yang menikah dengan orang lain. Lho ?!?#@

Namanya juga usaha. Karena hidup cuma sekali jadi harus dinikmati dengan kondisi yang sehat lahir dan batin. Untuk yang memilih menikmati keindahan hidup dengan cara yang berbeda, pilihan tempat didaerah subang ini patut dimasukkan kedalam agenda liburan minggu ini.

Adalah desa wisata Saribunihayu, terletak di Jl. Patinggi Cagak, menawarkan keindahan alami sebuah pedesaan. Udara masih bersih, lingkungan yang tenang, area persawahan, menu makanan khas sunda yang siap menggoyang lidah dan seabreg kegiatan khas pedesaan yang bisa Anda ikuti bersama keluarga.   Tempatnya  asyik kalau dijadikan pilihan  arisan keluarga atau ngumpul bareng komunitas seperti acara yang digelar komunitas biker dari Bandung beberapa waktu lalu. Bahkan , saking antusiasnya, sampai bikin jalur trek sendiri.

sepeda-tracking

Yang mau bikin acara kambing guling atau barbekyu, fasilitas juga lengkap. Kolam renang sampai kolam pancing juga ada. Nha, kalo mo menginap ada 11 villa yang siap menampung. Ada yang berbentuk rumah panggung sampai rumah bilik diatas sawah. Wah… kebayang serunya tidur ditemenin suara kodok truss saingan sama suara ngorok !! Wuih…. rame tuh!!

Untuk acara tertentu, seperti meeting, family gathering, ulang tahun perusahaan atau acara pernikahan desa wisata bunihayu menyuguhkan tarian penyambutan khas sunda lho. Seru banget !!  Dan kalo soal makanan mereka siap meyajikan makanan tradisional dan nasional yang memikat dan menggoyang lidah.

tarian-penyambutan-bunihayu

Mmmm…. yang punya rencana menikah dan menginginkan suasana yang berbeda, tempat ini bisa jadi pilihan lho. Kalo undangan sekitar 200 0rang bisa pake ruangan dalam tapi kalo lebih ,bisa pake outdoor. Wedding on the village … tema yang seru khan ?!

rmh-panggung-bunihayu

Untuk informasi, acara dan pemesanan hubungi team subangonline.

Selamat berwisata di subang !!

Oleh: nextwd | Januari 31, 2009

Wisata Kuliner Oncom Dawuan

Oncom Dawuan

Oncom adalah makanan rakyat di Indonesia yang terdiri dari dua jenis utama: oncom merah dan oncom hitam. Oncom merah terbuat dari jamur Neurospora sitophila sedangkan oncom hitam terbuat dari jamur Rhizopus oligosporus.

Oncom merah umumnya dibuat dari ampas tahu, yaitu kedelai yang telah diambil proteinnya dalam pembuatan tahu. Sedangkan oncom hitam umumnya dibuat dari bungkil kacang tanah yang kadangkala dicampur ampas (onggok) singkong atau tepung singkong, agar mempunyai tekstur yang lebih baik dan lebih lunak.

Mmmm… ada kisah yang patut disimak tentang si oncom hitam ini. Di Subang oncom hitam ini lebih dikenal dengan nama Oncom Dawuan. Kurang kerjaan atau memang iseng kasih nama begitu ? Yee… sirik aja… di kenal dengan nama Oncom Dawuan karena dibuat di Desa Dawuan.

Desa Dawuan, Kecamatan Kalijati mungkin selintas hanya desa biasa di pinggir jalan raya Subang-Jakarta. Tapi, bagi penggemar kuliner lokal, desa ini sejak dulu terkenal dengan oncomnya.

Tak hanya itu, oncom Dawuan juga tersebar ke pasar-pasar di Subang. Di Pasar Kalijati misalnya, oncom buatan Dawuan sudah cukup mendarah daging sebagai komoditas perdagangan paling dicari setelah sembako. Di Pasar Baru, Subang, jenis oncom Dawuan ini juga merupakan komoditas yang paling dicari. Bahkan, konon masih banyak pembeli fanatik di Pasar Baru ini yang sengaja mencari oncom Dawuan.

Nostalgia Oncom Dawuan

Di Dawuan oncom pertama kali dirintis sekitar tahun 1960-an. Kemungkinan, sejak dulu produksi kacang tanah di desa ini cukup melimpah. Kemudahan bahan dasar kacang tanah ini menjadi daya tarik warga Dawuan untuk mengembangkan usaha keluarga selain pertanian padi.
Masa jaya oncom Dawuan sekitar sepuluh tahun lalu. Saking terkenalnya oncom Dawuan, oncom Dawuan pernah dipamerkan dalam sebuah event di lokasi wisata air panas Ciater.

Makin Menurun

Kini, pamor oncom Dawuan dirasakan produsen oncom menurun. “Penurunan ini ditandai dengan makin sedikitnya pembeli dibanding 5 atau 10 tahun lalu”, kata beberapa anggota Kelompok Usaha “Kejar Usaha Oncom”. Ketika ditanya penyebabnya, mereka umumnya tak mengetahui secara pasti.
“Mungkin juga kurang promosi”, kata mereka. Promosi ini menjadi kendala tersendiri bagi mereka. Maklum, kemampuan para pembuat oncom ini baru terbatas pada aspek produksi saja, belum ke aspek perluasan pasar. Meredupnya pamor oncom Dawuan ini tak pelak mengembalikan pola ekonomi rakyat setempat kebentuk pertanian lagi dari sektor industri kecil.
Tarip per ancak oncom Dawuan ini tergantung dari jenisnya. Untuk oncom suuk/kacang harganya Rp 50 ribu per ancak atau Rp 500 per potong. “Untuk 1 ancak, bisa menjadi sekitar 1.000 potong”, kata Harun. Lain halnya dengan oncom dadut, harganya jauh lebih murah. Dengan uang Rp 20 ribu, pembeli dapat memperoleh satu ancak oncom dadut. Murahnya harga oncom dadut ini dikarenakan bahan bakunya campuran antara kacang tanah dan ampas tahu. Sementara oncom asli bahannya melulu kacang tanah.

Pembuatan Oncom Dawuan

pembuatan oncom dawuan

Memproduksi oncom Dawuan sebenarnya tidak terlalu sulit. Jenis oncom yang dibuat warga Dawuan ini terdiri atas oncom suuk (kacang) atau lazim disebut oncom asli dan oncom dadut dengan bahan campuran kacang dan ampas tahu. Proses pembuatannya rata-rata dua hari dengan bantuan ragi dan pengolahan sederhana melalui kompor minyak tanah. Bambu juga digunakan sebagai bahan sasag atau dasar/alas tempat meletakkan oncom, sedangkan minyak tanah untuk proses penanakannya.

Untuk membuat oncom yang rasanya enak harus dibuat dari kacang tanah yang berkualitas tinggi. Tidak boleh bercampur dengan kacang tanah yang sudah berhama atau buruk karena akan mempengaruhi rasa dan aroma oncom.

Kacang tanah yang berkualitas juga mengandung kadar minyak yang cukup tinggi. Biasanya dari 100 kg kacang tanah bisa menghasilkan minyak kacang sebesar 20 kg. Kacang tanah yang telah dibersihkan dimasukkan ke kampa, sejenis mesin penggilingan kacang tanah. Setelah itu, wujudnya menjadi bungkil mentah. Bungkil mentah tersebut lalu dicetak. Kadar minyaknya dipisahkan dan menjadi bungkil. Bungkil ini selanjutnya direndam dengan air yang sudah dimasak. Setelah 7 jam proses perendaman, bungkil yang sudah berubah jadi serbuk oncom tersebut dimasukkan ke dalam carangka.
Serbuk oncom itu pada sekira pukul 1.00 dini hari diseupan alias dikukus hingga masak, setelah itu dicetak berbentuk empat persegi panjang. Selama 12 jam potongan-potongan oncom tersebut ditutup atau diselimuti dengan karung setelah sebelumnya ditaburi ragi oncom secukupnya agar nantinya timbul jamur-jamur oncom. Setelah berjamur, potongan-potongan oncom diberi sasag yang terbuat dari bambu. Baru selanjutnya oncom siap dipasarkan. Menurut para produsen oncom dawuan, permasalahan yang dihadapi dalam proses produksi ini adalah hasil fermentasi yang tidak stabil, sehingga memungkinkan oncom membusuk.

Oncom Miliki Nilai Gizi

Banyak orang yang kurang menghargai oncom dibandingkan hasil olahan kacang-kacangan yang lain, seperti tahu dan tempe. Pandangan negatif tersebut muncul karena oncom terbuat dari ampas tahu atau bungkil kacang tanah. Pandangan tersebut sangatlah keliru, karena sesungguhnya oncom memiliki nilai dan mutu gizi yang baik akibat proses fermentasi.

Dengan adanya proses fermentasi, maka struktur kimia bahan-bahan yang tadinya bersifat kompleks, akan terurai menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh. Proses fermentasi oleh kapang juga akan menghasilkan komponen flavor dan citarasa sehingga menjadi lebih disukai oleh konsumen. Pernahkah Anda merasakan perut menjadi kembung dan selalu ingin buang gas setelah makan kedelai rebus? Gejala tersebut sangat umum terjadi, akibat terbentuknya gas oleh proses fermentasi oligosakarida yang terkandung di dalam kedelai yaitu raffinosa dan stakhiosa oleh aktivitas mikroba di dalam perut.
Pada saat pembuatan oncom, sangat penting untuk memperhatikan masalah sanitasi dan higiene untuk mencegah timbulnya pencemaran dari mikroba-mikroba lain, terutama kapang Apergillus flavus yang mampu memproduksi racun aflatoksin. Akan tetapi kita tidak perlu terlalu khawatir dengan racun aflatoksin, karena kapang Neurospora sitophila dan Rhizopus oligosporus mampu berperan sebagai penekan produksi aflatoksin.

Konon, penggunaan kapang Neurospora sitophila dalam proses fermentasi bungkil kacang tanah dapat mengurangi kandungan aflatoksin sebesar 50 persen. Sedangkan penggunaan kapang Rhizopus oligosporus dapat mengurangi aflatoksin bungkil sebesar 60 persen. Aflatoksin dihasilkan oleh Aspergillus flavus yang tumbuh pada kacang-kacangan dan biji-bijian yang sudah jelek mutunya. Menurut beberapa sumber, untuk mencegah terbentuknya aflatoksin, sangat dianjurkan menggunakan bahan baku yang baik mutunya. Dan ini telah dibuktikan oleh para pembuat oncom Dawuan.

Nha…. untuk mengenang kembali kejayaan oncom dawuan tempo dulu juga menikmati kelezatan yang ternyata sehat, hayuuuuu atuh nikmati lagi wisata kuliner khas subang ini. Jadi… Subang bukan cuma dikenal dengan nenas madu dan dodolnya tambah lagi nih jajanan khas yang syang untuk dilewatkan.

Diramu dari berbagai sumber

Oleh: nextwd | Januari 13, 2009

Tangkuban Perahu dan Legenda Sangkuriang

tangkuban-perahu_gal_2tangkuban-perahu_gal_4tangkuban-perahu_gal_5tangkuban-perahu_gal_7

Wisata Alam Tangkuban Perahu dan Legenda Sangkuriang


Tangkuban Perahu, merupakan salah satu gunung berapi yang berada di Jawa Barat, tepatnya di sekitar ciater, kurang lebih 30 km sebelah utara kota Bandung dengan ketinggian 2084 Meter dari atas permukaan laut. Untuk menuju kesana diperlukan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Tangkuban Perahu sangat lekat dengan sebuah legenda tanah Sunda yang sangat terkenal, yaitu Sangkuriang. Gunung Tangkuban Perahu yang dari kejauhan tampak seperti perahu terbalik, konon diakibatkan oleh kesaktian Sangkuriang yang gagal meyelesaikan tugasnya dalam membuat perahu dalam waktu semalam untuk menikahi Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Karena begitu kesalnya tidak dapat menyelesaikan pembuatan perahu tersebut, akhirnya Sangkuriang menendang perahu yang belum jadi tersebut. Legenda diataslah yang menjadi kaitan erat dalam penamaan gunung Tangkuban Perahu.

Gunung yang terakhir meletus pada tahun 1910, memiliki 9 kawah yang masih aktif hingga sekarang. Banyaknya letusan yang terjadi dalam 1.5 abad terakhirlah yang menyebabkan banyaknya kawah – kawah pada gunung Tangkuban Perahu. Kawah-kawah tersebut adalah Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Di antara kawah-kawah tersebut, Kawah Ratu merupakan kawah yang terbesar, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah Ratu. Beberapa kawah mengeluarkan bau asap belerang, bahkan ada kawah yang dilarang untuk dituruni, karena bau asapnya mengandung racun.

Pesona gunung Tangkuban Perahu ini begitu mengagumkan, bahkan, pada saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas, tidak hanya itu, dasar kawah pun dapat kita nikmati keindahannya yang sangat mengagumkan. Keindahan alam inilah yang menjadikan Tangkuban Perahu menjadi salah satu tempat wisata alam andalan Propinsi Jawa Barat, khususnya Subang. Setiap akhir pekan, kawasan Tangkuban Perahu selalu dipadati oleh pengunjung yang ingin menyaksikan indahnya panorama gunung Tangkuban Perahu. Bahkan, pada suasana libur panjang, pangunjung yang datang ke lokasi wisata ini bisa mencapai ribuan setiap harinya.

Gimana ? Penasaran menikmati keindahan panorama Tangkuban Perahu ? Untuk Anda yang merencanakan liburan berkesan , nantikan PAKET ADVENTURE TANGKUBAN PERAHU khas subangonline.

Oleh: nextwd | November 3, 2008

Wisata Air Panas

Wisata air panas ini terletak pada kawasan pegunungan Subang, di kaki gunung Tangkuban Perahu tepatnya di Desa Ciater, Kecamatan Jalancagak Kab. Subang. Salah satu tempat wisata yang memiliki kekhasan air panas ini adalah Sari Ater. Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek terpopuler di Indonesia. Para wisatawan dapat menikmati sumber mata air panas yang berasal dari kawah aktif Gunung Tangkuban Perahu yang terletak tidak jauh dari obyek wisata Sari Ater. Sumber mata air panas tersebut disajikan dalam bentuk kolam dan kamar rendam dengan desain yang unik, yang tersebar dibeberapa lokasi obyek wisata Sari Ater. Dengan luas areal 30 Ha dan pesona alam khas pegunungan, Sari Ater Hot Spring Resort banyak memberikan fasilitas wisata bagi para wisatawan yang berekreasi bersama keluarga untuk menikmati keindahan alam. Fasilitas wisata yang diberikan kepada para wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata ini diantaranya adalah: 1. Fasilitas resort Sari Ater Hot Spring Resort mempunyai 103 kamar dan bungalow dengan berbagai tipe, lengkap dengan fasilitas ruangannya. 2. Fasilitas olahraga dan adventure Tenis lapangan, basket, volley, put & put mini golf, wahana anak-anak, tea walk, paint ball games, gokart off road, dsb. 3. Fasilitas rekreasi Kolam rendam air panas, perahu dayung, lahan perkemahan, kolam pancing, picnic area kerajinan keramik, dsb. 4. Fasilitas restaurant dan bar 5. Fasilitas conference & banquet Jarak dan waktu tempuh kendaraan mobil Subang – Ciater 30 km 40 menit Jakarta – Ciater (via tol Sadang) 185 km 3 jam Jakarta – Ciater (via Puncak) 212 km 5 jam Bandung – Ciater 32 km 45 menit Kawah – Ciater 7 km 15 menit


Oleh: nextwd | November 1, 2008

Refleksi

Selamat datang di wisata subang on line. Blog yang berisi tentang pemasaran & penjualan wisata,hotel, suvenir, produk kerajinan khas Subang secara on line.

Mari giatkan wisata tanah air, khususnya Subang, Jawa Barat.

Akhirnya ….namun bukan yang terakhir, semoga kehadiran kami bermanfaat untuk Anda.

Terima kasih atas kunjungan dan partisipasinya.

Oleh: nextwd | November 1, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Tulisan Baru

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.