Ini Teh Wisata Subang…. !

Ini Teh Wisata Subang

Tentang Subang, tak jauh dari nanas si madu, sisingaan dan kebun teh ciater. Dari wisata kuliner, budaya dan alam. Meskipun belum sepopuler tetangga sebelah, Bandung misalnya, nyatanya cerita dari mulut ke mulut maupun dengan bantuan media informasi, membuat Subang punya cerita tersendiri di hati masing-masing orang yang sudah melihat dan menikmatinya.

Kali ini, masih tentang keindahan alam Subang, Subang Online membawa cerita tentang teh dari salah satu perkebunan dan pabrik teh terbaik system ortodoks yang merupakan asset berharga bangsa Indonesia dan itu ada di Subang tak lupa tentu saja satu paket dengan keindahan dan kekhasannya.

Sejarah Perkebunan Teh Subang

Perusahaan perkebunan milik negara di Jawa Barat dan Banten berasal dari perusahaan perkebunan milik pemerintah Belanda, yang ketika penyerahan kedaulatan secara otomatis menjadi milik pemerintah Republik Indonesia, yang kemudian dikenal dengan nama Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Lama. Antara tahun 1957 – 1960 dalam rangka nasionalisasi atas perusahaan-perusahaa n perkebunan eks milik swasta Belanda/Asing (antara lain : Inggris, Perancis dan Belgia) dibentuk PPN-Baru cabang Jawa Barat.

Dalam periode 1960 – 1963 terjadi penggabungan perusahaan dalam lingkup PPN-Lama dan PPN-Baru menjadi : PPN Kesatuan Jawa Barat I, PPN Kesatuan Jawa Barat II, PPN Kesatuan Jawa Barat III, PPN Kesatuan Jawa Barat IV dan PPN Kesatuan Jawa Barat V.

Selanjutnya selama periode 1963 – 1968 diadakan reorganisasi dengan tujuan agar pengelolaan perkebunan lebih tepat guna, dibentuk PPN Aneka Tanaman VII, PPN Aneka Tana man VIII, PPN Aneka Tanaman IX dan PPN Aneka Tanaman X, yang mengelola tanaman teh dan kina, serta PPN Aneka Tanaman XI dan PPN Aneka Tanaman XII yang mengelola tanaman karet. Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan, pada periode 1968 – 1971, PPN yang ada di Jawa Barat diciutkan menjadi tiga Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) meliputi 68 kebun, yaitu :

PNP XI berkedudukan di Jakarta (24 perkebunan), meliputi perkebunan-perkebunan eks PPN Aneka T anaman X, dan PPN Aneka Tanaman XI;

PNP XII berkedudukan di Bandung (24 perkebunan), meliputi beberapa perkebunan eks PPN Aneka Tanaman XI, PPN Aneka Tanaman XII, sebagian eks PPN Aneka Tanaman VII, dan PPN Aneka Tanaman VIII;

PNP XIII berkedudukan di Bandung (20 perkebunan), meliputi beberapa perkebunan eks PPN Aneka Tanaman XII, eks PPN Aneka Tanaman IX, dan PPN Aneka Tanaman X.

Sejak tahun 1971, PNP XI, PNP X II dan PNP XIII berubah status menjadi Perseroan Terbatas Perkebunan (Persero). Dalam rangka restrukturisasi BUMN Perkebunan mulai 1 April 1994 sampai dengan tanggal 10 Maret 1996, pengelolaan PT Perkebunan XI, PT Perkebunan XII, dan PT Perkebunan XIII digabungkan di bawah manajemen PTP Group Jabar.

Selanjutnya sejak tanggal 11 Maret 1996, PT Perkebunan XI, PT Perkebunan XII, dan PT Perkebunan XIII dilebur menjadi PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).

PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero), disingkat PTPN VIII, adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang perkebunan teh, karet, kina, kakao, kelapa sawit, dan getah perca. Kantor pusat perusahaan berada di Bandung dengan wilayah operasi di Jawa Barat. Kantor pusatnya berada di Jalan Sindangsirna no. 4 Bandung, Jawa Barat.

PT Perkebunan Nusantara VIII merupakan BUMN yang bergerak pada sektor perkebunan dengan kegiatan usaha meliputi pembudidayaan tanaman, pengolahan, dan penjualan komoditi perkebunan seperti teh, karet dan sawit sebagai komoditi utamanya, serta kakao dan kina sebagai komoditi pendukungnya.

Sampai saat ini, PT Perkebunan Nusantara VIII mengelola 41 kebun dan 1 unit rumah sakit. yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Jawa Barat dan 2 kabupaten di Propinsi Banten.

Teh

PTPN VIII mengelola 24 perkebunan teh di atas tanah produktif seluas 25.905,3 Ha dan merupakan perkebunan yang cukup luas di 6 kabupaten yakni Sukabumi (2 perkebunan), Bogor (2 perkebunan), Cianjur (3 perkebunan), Subang (2 perkebunan), Kab.Bandung dan Kab.Bandung Barat (12 perkebunan) dan Kab.Garut (3 perkebunan).

Perkebunan teh di Jawa Barat luasnya 26.685 hektar. Dengan luas tersebut, Jabar adalah daerah dengan perkebunan teh terluas di Indonesia.

Produksi teh yang dihasilkan senantiasa terus menigkat dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi karena adanya upaya pengelolaan yang baik oleh PTPN VIII misalnya dalam hal pembudidayaan, cara pemetikan dan pengolahan demi untuk memenuhi permintaan para pembeli. Hal lainnya, adanya keterlibatan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung untuk melakukan penelitian sehingga memberikan kontribusi dalam hal peningkatan produksi dan mutu

Indonesia berada dalam posisi lima besar negara produsen teh, setelah India di urutan pertama, China, Sr i Lanka, dan Kenya

Proses Pembuatan Teh

Pelayuan adalah tahap terlama dalam proses pembuatan teh karena memakan waktu selama 18-20 jam, dilanjutkan dengan penggilingan. Dalam penggilingan inilah teh yang berasal dari bagian daun, daun berserat, dan batang terpisah.

Untuk teh hitam proses paling penting selanjutnya adalah oksidasi dan fermentasi. Proses tersebut d ilakukan untuk mengeluarkan aroma dan warna hitam pada teh. Setelah itu, daun-daun teh dikeringkan agar kadar airnya turun dari 70 persen menjadi tinggal 2-3 persen.

Teh yang dikeringkan kemudian masuk ke ruang disortasi untuk dipisahkan berdasarkan ukuran. Dari 14 jenis yang didapat, seperti broken pecco, pecco fanning, dan dust, teh yang sudah jadi ini digolongkan ke dalam tiga mutu, yaitu mutu I, II, d an III.

Selesai dipak, teh tidak bisa langsung dijual ke tangan konsumen. Proses distribusinya cukup panjang karena harus melalui proses lelang. Dari tangan pemenang lelanglah, teh ada yang langsung dikemas, ada pula yang dijual lagi ke pihak lain untuk kemudian menyebar ke masyarakat melalui berbagai merek.

Tentang Teh Walini

Teh Walini adalah brand dari produksi teh yang di kelola oleh PTPN VIII.

Teh Walini menggunakan daun yang diambil dari pucuk teh untuk mendapatkan kualitas terbaik. Untuk itulah, Walini memosisikan diri bersaing dengan produk-produk luar negeri dengan konsumen menengah ke atas.

Teh Walini dibuat dari bahan baku teh pilihan , dengan kombinasi campuran beberapa jenis kualitas ekspor, dan dikemas secara profesional. Kemasan teh dibuat sedemikian rupa yang membuat keutuhan mutu teh terjaga. Keunggulan Teh Walini dibanding teh lainnya yang sejenis, diantaranya adalah terbuat dari bahan baku yang berkualitas ekspor dari hasil perpaduan atau kombinasi dari beberapa jenis hasil kreativitas olahan para pakar teh di Indonesia.

Teh Walini didistribusikan oleh PT. Atri Distribusindo dan Puskopkar PTPN VIII. Teh Walini terdiri dari beberapa jenis produk berupa teh celup dan teh seduh, yaitu :

1. Teh Celup Hitam Walini

2. Teh Celup Lemon Walini

3. Teh Celup Jahe Walini

4. Teh Celup Organik Walini

5. Teh Celup Hijau Jepang

6. Teh Celup Hitam Walini TB 1

7. Teh Celup Hitam Walini TB 5

8. Teh Seduh Hitam Walini

9. Teh seduh Hijau Walini

 Tiap-tiap jenis produk dikemas dalam tiga bentuk kemasan yang berjumlah 1-25 buah dalam satu kemasan.

Jenis produk yang menggunakan kemasan Double Chamber yaitu: Teh Celup Hitam Walini, Teh Celup Lemon Walini, Teh Celup Jahe Walini, Teh Celup Organik Walini, Teh Celup Hijau Jepang. Yang menggunakan kemasan Single Chamber adalah: Teh Celup Hitam Walini TB 1 dan Teh Celup Hitam Walini TB 5, sedangkan teh seduh hitam dan hijau Walini menggunakan kemasan teh seduh.

Melihat kondisi ini, Industri Hilir Teh (IHT) PTPN VIII membuka pasar dalam negeri dengan membuat diversifikasi produk teh Walini agar lebih mudah dinikmati masyarakat. Menurut Manajer IHT Andriani Nasution, mereka mulai mengemas teh sebagai bagian gaya hidup anak muda kota besar.

Selain memproduksi Teh Walini IHT juga memproduksi Teh Gunung Mas, Teh Goalpara dan Teh Sedap.

Wisata Teh Wisata Edukasi

Fun edukasi adalah konsep program yang di usung “Ini Teh Wisata Subang !”. Hasil kerja bareng Kebun Teh Ciater dengan ND Travel Organizer. Program wisata dengan muatan nilai-nilai pendidikan khususnya dalam hal yang berhubungan dengan teh. Sejak pemetikan, pengolahan, penyajian, sejarah hingga budaya yang lekat dengan gaya hidup si peminumnya.

Teh yang telah menjadi bagian dari tradisi meskipun mungkin belum menyeluruh menjadi kekhasan budaya, merupakan asset daerah dan akhirnya menjadi asset bangsa yang sewajarnya menjadi kebanggaan bersama. Pada program “Wisata Teh Wisata Edukasi !”, teh di kemas menjadi bagian tradisi dan gaya hidup dengan kemasan pengetahuan yang menyenangkan dan menggembirakan, khususnya untuk anak-anak usia 8 – 21 Th. Adapun fun edukasi ini juga bisa dinikmati umum seperi karyawan, kegiatan familly gathering atau wisata budaya bagi turis mancanegara. Yang menjadi perbedaan hanya pada jenis fun games dan penyampaian informasinya saja.

Isi program fun edukasi “Wisata Teh Wisata Subang, meliputi ;

Tea walk fun games, tea break di air terjun, ice breaking,pemetikan  teh, kunjungan ke pabrik pengolahan teh (pabrik terbaik dengan system ortodoks), tea testing.

Layanan fun edukasi ini dapat disesuaikan dengan  mind set dan kebutuhan peserta. Cocok diikuti oleh siswa sekolah dan karyawan atau umum.

Akhirnya, ini sedikit dari hal terbaik yang baru dapat kami lakukan untuk melahirkan kecintaan dan rasa syukur pada kesuburan dan keindahan alam Indonesia, percaya diri dan bangga terhadap hasil produksi anak bangsa  serta pengetahuan yang bertambah hingga meghasilkan gaya hidup yang berbeda ketika menikmati secangkir the yang di seduh sendiri atau hasil olahan seorang barista seperti suguhan kopi.

Semoga bermanfaat dan selamat menikmati Subang melalui “Ini Teh Wisata Subang!”

Jika Anda tertarik pada kesegaran yang terhampar dekat dari tempat tinggal Anda sekarang (dari Jakarta sekitar 3 jam, Bandung sekitar 1 jam) , “Wisata Teh Wisata Pendidikan “ bisa jadi pilihan liburan atau kegiatan bisnis Anda bersama rekan, sahabat atau keluarga.

Informasi dan pemesanan dapat langsung menghubungi 0896 5464 4249, email : nextwindows.nd@gmail.com.

Dan sekali lagi….. selamat menikmati Subang melalui “Ini teh wisata Subang !”.

fun teawalk3

2 thoughts on “Ini Teh Wisata Subang…. !

  1. Bagus PTPN VIII sudah banyak terobosannya, semoga aja tidak semakin menurun baik kinerja maupun pendapatannya, hanya saja jangan sampai dinodai dengan hal yg diluar kewenangan PTPN itu sendiri, seperti adanya keg. penebangan pohon pinus, rasamala maupun rasamala seperti yang saat ini terjadi di Blok Cicenang….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s